
SPORTGAME. Dalam satu dekade terakhir, dunia pengembangan gim mobile di Jepang menghadapi lonjakan biaya yang cukup drastis. Berdasarkan laporan Japan Online Game Association (JOGA), saat ini rata-rata biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu gim mobile di Negeri Sakura bisa mencapai 492 juta yen, atau sekitar Rp51 miliar. Sebagai perbandingan, tahun 2014 silam biayanya hanya sekitar 104,7 juta yen dan naik lebih dari 4 kali lipat!
Tak hanya biaya pengembangan, dana promosi atau pemasaran pun ikut melonjak. Jika sebelumnya rata-rata pengembang mengalokasikan sekitar 300 juta yen, kini angka itu naik hingga 1,35 miliar yen atau hampir Rp140 miliar per tahun.
Kenapa Biaya Bisa Melonjak Tajam?
Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi melonjaknya ongkos produksi gim mobile di Jepang:
- Kualitas Visual dan Audio yang Kian Meningkat
Developer kini berlomba menghadirkan gim dengan kualitas visual sekelas konsol, lengkap dengan cutscene, voice acting, hingga sistem musik yang kompleks. Hal ini tentu saja memakan waktu, tenaga, dan biaya besar.
- Persaingan Pasar yang Ketat
Munculnya banyak gim dari luar Jepang, terutama dari Tiongkok dan Korea Selatan, memaksa developer Jepang untuk meningkatkan kualitas produk dan promosi agar tetap bersaing di pasar domestik.
- Pemanfaatan AI dan Teknologi Baru
Sekitar 59% developer Jepang kini mulai memanfaatkan kecerdasan buatan seperti ChatGPT dan GitHub Copilot untuk mempercepat proses pengembangan. Walaupun bisa efisien dari segi waktu, tetap saja implementasi teknologi ini memerlukan biaya tambahan.
- Tantangan yang Makin Kompleks
Naiknya biaya produksi membawa konsekuensi serius, terutama bagi studio skala kecil yang kesulitan untuk bersaing dengan raksasa industri. Pengembang independen sering kali harus memilih antara meningkatkan kualitas atau memangkas anggaran promosi, dua hal yang sama-sama penting untuk menarik pemain.
Banyak juga yang khawatir bahwa dengan makin tergantungnya industri pada AI, akan terjadi “homogenisasi” dimana gim-gim menjadi terasa serupa karena menggunakan sistem dan pola otomatisasi yang sama.
Haruskah Khawatir?
Meski terlihat mengkhawatirkan, sebagian pelaku industri menilai kenaikan biaya ini adalah bentuk dari evolusi alami industri gim. Teknologi yang berkembang pesat memang menuntut adaptasi besar-besaran, tapi juga membuka peluang untuk menghadirkan inovasi lebih canggih.
Selama para pengembang bisa tetap menjaga orisinalitas dan nilai kreatif, tantangan ini bisa menjadi peluang untuk meraih pasar global dengan lebih percaya diri.
Kesimpulan
Naiknya biaya produksi game mobile di Jepang merupakan sinyal bahwa industri ini makin matang dan kompetitif. Namun, ini juga menjadi pengingat bagi para developer untuk terus berinovasi, bukan hanya dari sisi teknologi, tapi juga strategi bisnis dan konten kreatif.