
SPORTGAME. Roblox selama ini dikenal sebagai platform game yang populer di kalangan anak-anak hingga remaja. Berbagai jenis permainan bisa ditemukan di dalamnya, mulai dari simulasi kehidupan sehari-hari hingga pengalaman virtual yang penuh kreativitas. Namun, popularitas besar ini juga membawa konsekuensi: Roblox kerap menjadi sorotan karena masalah keamanan dan kurangnya pengawasan terhadap konten. Menyadari hal tersebut, perusahaan akhirnya mengambil langkah tegas dengan mengumumkan bahwa game tanpa rating usia akan dihapus dari akses publik.
Kebijakan ini bukan sekadar aturan tambahan, melainkan bagian dari upaya serius Roblox untuk meningkatkan perlindungan bagi para penggunanya, terutama anak-anak.
Mengapa Kebijakan Ini Diterapkan?
Belakangan ini, Roblox menghadapi berbagai kritik dari orang tua, lembaga pemerhati anak, hingga otoritas hukum di beberapa negara. Salah satu sorotan utama adalah munculnya konten dewasa dan interaksi berisiko di dalam platform yang notabene banyak digunakan oleh pengguna di bawah umur.
Isu lain yang menguat adalah tuduhan bahwa Roblox bisa menjadi celah bagi predator online memanfaatkan interaksi di dunia virtual. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar, mengingat Roblox bukan hanya sekadar platform game, melainkan juga ruang sosial digital di mana jutaan anak-anak berinteraksi setiap harinya.
Sebagai jawaban atas berbagai tuntutan tersebut, Roblox menetapkan aturan ketat, setiap game atau pengalaman (experience) yang tidak mencantumkan label rating usia akan otomatis dibatasi aksesnya.
Aturan Baru Deadline dan Proses Penilaian
Mulai 30 September 2025, semua pengembang game di Roblox diwajibkan mengisi formulir berisi Maturity & Compliance Questionnaire untuk menentukan rating usia permainan mereka. Rating ini nantinya akan menjadi panduan bagi sistem dan pengguna dalam menilai apakah sebuah game layak dimainkan oleh anak-anak, remaja, atau hanya diperuntukkan bagi orang dewasa.
Jika developer tidak segera memberikan rating, game mereka tidak akan lagi muncul di hasil pencarian, tidak bisa dimainkan oleh publik, dan hanya dapat diakses untuk pengeditan pribadi. Dengan kata lain, karya tersebut “hilang” dari komunitas sampai pemiliknya mematuhi aturan.
Menariknya, Roblox tetap memberi kesempatan bagi para developer untuk memperbaiki dan memperbarui game mereka. Penghapusan di sini lebih bersifat pembatasan akses publik, bukan penghapusan permanen dari database.
Bentuk Rating dan Konten yang Dibatasi
Roblox memperkenalkan sistem label konten yang lebih rinci, mulai dari “All Ages” (aman untuk semua umur), “9+”, “13+”, hingga “17+”. Sistem ini memungkinkan orang tua atau pengguna memilih game sesuai usia yang tepat.
Selain itu, Roblox juga memperketat larangan terhadap konten tertentu, seperti:
- Adegan atau aktivitas yang berhubungan dengan romantisme berlebihan atau seksual.
- Lokasi virtual yang berhubungan dengan bar, kamar tidur, atau tempat dewasa lainnya.
- Konten dengan potensi mengarah pada eksploitasi anak.
- Khusus untuk kategori 17+, pengguna diwajibkan melakukan verifikasi identitas agar tidak sembarang orang bisa mengaksesnya.
Jejak Kebijakan Sebelumnya
Langkah besar ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari kebijakan yang sudah diperkenalkan sejak 2024. Pada November tahun tersebut, Roblox mulai membatasi akses bagi pengguna di bawah 13 tahun untuk game yang belum memiliki rating. Lalu pada Desember 2024, developer diberi batas waktu untuk menandai apakah game mereka aman untuk anak-anak.
Kemudian, di awal 2025, Roblox memperbarui sistem rating menjadi lebih detail dengan kategori Minimal, Mild, Moderate, hingga Restricted. Pada saat yang sama, fitur kontrol orang tua juga ditingkatkan, termasuk pengaturan chat, teman, serta notifikasi keamanan.
Kebijakan terbaru yang menghapus akses game tanpa rating ini bisa dibilang merupakan titik puncak dari serangkaian regulasi ketat yang telah diperkenalkan dalam setahun terakhir.
Dampak Bagi Komunitas Developer
Bagi para pengembang, aturan ini bisa jadi terasa merepotkan karena mereka harus meluangkan waktu untuk mengisi formulir rating dan memastikan konten mereka sesuai aturan. Beberapa kreator lama bahkan khawatir game klasik yang dibuat sebelum aturan ini ada akan “menghilang” dari publik karena belum dilabeli dengan sistem rating baru.
Namun, dari sisi positif, kebijakan ini dapat meningkatkan kredibilitas platform. Developer yang serius akan terdorong untuk mematuhi standar, sementara game asal-asalan atau berisiko tinggi akan tersaring dengan sendirinya.
Respon Pengguna, Antara Lega dan Kecewa
Seperti biasa, komunitas memberikan reaksi beragam. Ada yang merasa kecewa karena beberapa game favorit lama mungkin akan hilang dari daftar publik. Namun, tidak sedikit pula yang mendukung langkah ini karena akhirnya Roblox menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi anak-anak dari konten yang tidak pantas.
Seorang pengguna forum bahkan berkomentar bahwa kebijakan ini bisa menjadi “pembersihan besar-besaran” agar Roblox kembali pada tujuan awalnya ruang aman bagi anak-anak untuk bermain dan berkreasi.
Prioritas Baru, Keamanan di Atas Segalanya
Dengan aturan penghapusan game tanpa rating usia, Roblox menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan pengguna, terutama anak-anak, adalah prioritas utama. Walaupun keputusan ini mungkin menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi developer maupun pemain, dalam jangka panjang kebijakan ini justru akan menciptakan ekosistem yang lebih sehat, transparan, dan terpercaya.
Roblox kini bukan hanya platform bermain, melainkan juga arena digital yang harus dikelola dengan tanggung jawab besar. Langkah ini adalah pengingat bahwa kebebasan berkreasi selalu harus berjalan berdampingan dengan keamanan dan perlindungan.