Sport Game

Sport Game Online Indonesia

SPORTGAME. Dunia game kembali diguncang kabar kontroversial. Sebuah game visual novel asal Tiongkok berjudul My Cold Girlfriend tiba-tiba lenyap dari toko digital Steam setelah mendapat tuduhan pelanggaran hak cipta. Alasannya? Game ini dianggap memiliki karakter yang terlalu mirip dengan Rikuhachima Aru, salah satu karakter populer dari game Blue Archive milik Nexon.

Kabar ini langsung menarik perhatian komunitas gamer global, terutama penggemar Blue Archive dan para pemain VN (visual novel). Banyak yang bertanya-tanya, apakah My Cold Girlfriend benar-benar menjiplak desain karakter, atau justru hanya terinspirasi oleh gaya anime modern yang memang sering kali mirip satu sama lain?

Awal Mula Kasus Surat Teguran dari Nexon

Kontroversi ini bermula ketika pengembang sekaligus penerbit My Cold Girlfriend, LoveStoryProject, menerima surat resmi dari Nexon Korea Corporation pada pertengahan Oktober 2025. Dalam surat tersebut, Nexon menuduh bahwa game buatan mereka memiliki desain karakter dan elemen visual yang meniru karakter Rikuhachima Aru dari Blue Archive.

Menurut laporan yang beredar di media sosial Tiongkok dan forum game internasional, Nexon menganggap kemiripan itu terlalu mencolok untuk disebut kebetulan. Mulai dari bentuk rambut, seragam sekolah, warna palet, hingga gaya pose karakter, semuanya disebut-sebut sangat menyerupai Aru. Bahkan beberapa pengguna Twitter dan Reddit mengunggah perbandingan tangkapan layar yang memperlihatkan persamaan di antara keduanya.

Tak lama setelah surat tersebut diterima, My Cold Girlfriend resmi ditarik dari platform Steam. Langkah penghapusan ini memicu gelombang protes dari para pemain yang merasa penghapusan dilakukan terlalu cepat tanpa penyelidikan menyeluruh.

Tanggapan dari LoveStoryProject

Melalui akun resmi mereka di Weibo, LoveStoryProject menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik. Mereka membantah tuduhan pelanggaran hak cipta yang diajukan Nexon dan menegaskan bahwa seluruh desain karakter serta aset visual di My Cold Girlfriend merupakan hasil orisinal dari tim internal mereka.

Dalam pernyataannya, pihak studio menegaskan telah mengajukan banding (counter-notification) kepada pihak Steam agar game mereka dapat ditinjau ulang. Mereka juga sudah berkonsultasi dengan pengacara dan beberapa pakar hukum kekayaan intelektual untuk memastikan posisi mereka secara legal.

“Ini adalah pertama kalinya kami menerima laporan seperti ini,” tulis LoveStoryProject dalam unggahan resminya. “Kami menghormati hak cipta setiap pengembang, tetapi kami juga percaya bahwa karya kami lahir dari kreativitas dan bukan hasil tiruan. Kami berharap Steam akan meninjau kembali keputusan ini secara adil.”

Sampai saat ini, status game tersebut di Steam masih “tidak tersedia”, dan Valve belum memberikan komentar publik terkait kasus ini.

Tentang Game My Cold Girlfriend

Sebelum kontroversi ini muncul, My Cold Girlfriend sempat menjadi salah satu VN yang paling banyak dibicarakan di komunitas Steam berkat gaya seni visualnya yang lembut dan jalan cerita romantis yang misterius. Game ini berfokus pada hubungan antara protagonis laki-laki dan seorang gadis berkepribadian dingin namun penuh rahasia.

Banyak pemain memuji kualitas ilustrasi, dialog yang emosional, serta soundtrack yang menenangkan. Namun, sebagian lain sudah sejak awal mencurigai bahwa desain karakter utama perempuan terlalu familiar terutama bagi mereka yang pernah bermain Blue Archive.

Meski demikian, My Cold Girlfriend berhasil mengumpulkan ulasan positif dalam waktu singkat sebelum akhirnya dihapus dari Steam.

Komunitas Terbelah Antara Perlindungan Hak Cipta dan Kebebasan Kreatif

Reaksi komunitas gamer terhadap kasus ini sangat beragam. Sebagian pemain mendukung langkah Nexon, dengan alasan perlindungan hak cipta sangat penting agar pengembang tidak dengan mudah meniru karya orang lain. Mereka menilai tindakan cepat yang diambil Nexon menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga aset intelektualnya.

Namun, di sisi lain, banyak juga yang menilai Nexon terlalu berlebihan. Beberapa pemain berpendapat bahwa kemiripan desain karakter tidak bisa langsung dikategorikan sebagai pelanggaran hak cipta, apalagi dalam dunia anime dan VN yang memiliki gaya estetika serupa.

“Sulit membedakan antara terinspirasi dan meniru,” tulis salah satu pengguna Reddit. “Kalau semua karakter berambut pink dan berseragam sekolah dianggap plagiat, maka setengah industri anime akan kena masalah.”

Diskusi ini membuka kembali perdebatan lama tentang batas antara kreativitas dan penjiplakan terutama di era digital, di mana tren desain sering kali menyebar dan saling memengaruhi dengan cepat.

Perspektif Hukum Garis Tipis yang Sulit Didefinisikan

Dalam konteks hukum, kasus seperti ini termasuk rumit. Hak cipta tidak hanya melindungi karya dalam bentuk persis, tetapi juga elemen-elemen khas yang dianggap “unik dan identitas” dari karya tersebut. Artinya, jika dua karakter memiliki desain yang terlalu mirip secara keseluruhan bukan hanya dari warna rambut atau pakaian maka bisa saja masuk kategori pelanggaran.

Namun, membuktikan hal ini membutuhkan analisis mendalam oleh ahli desain dan hukum. Karena itu, langkah Steam untuk menghapus game sementara waktu bisa dianggap sebagai tindakan preventif sembari menunggu hasil penyelidikan antara Nexon dan LoveStoryProject.

Akankah My Cold Girlfriend Kembali?

Sampai sekarang, nasib My Cold Girlfriend masih menggantung. Belum ada kepastian apakah game tersebut akan dikembalikan ke Steam, diubah desain karakternya, atau justru dihentikan sepenuhnya.

Pihak pengembang masih menunjukkan optimisme dan berharap kasus ini bisa diselesaikan secara damai tanpa harus berlanjut ke ranah hukum. Sementara itu, banyak pemain yang berharap My Cold Girlfriend dapat kembali hadir, baik dalam bentuk revisi maupun versi baru yang bebas dari kontroversi.

Penutup

Kontroversi My Cold Girlfriend menjadi pengingat bahwa di industri kreatif, batas antara inspirasi dan penjiplakan sangatlah tipis. Sekalipun tidak ada niat meniru, kemiripan estetika bisa menimbulkan masalah serius jika tidak disertai kejelasan desain dan hak cipta.

Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana perusahaan besar seperti Nexon berusaha melindungi asetnya, sementara developer kecil berjuang mempertahankan hak mereka untuk berkreasi.

Apapun hasil akhirnya, peristiwa ini telah menjadi pelajaran berharga bukan hanya bagi LoveStoryProject dan Nexon, tetapi juga bagi seluruh pengembang game di seluruh dunia: bahwa kreativitas sejati tak hanya lahir dari inspirasi, tapi juga dari tanggung jawab terhadap karya orang lain.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai