
SPORTGAME. Di tengah meningkatnya popularitas Anno 117 Pax Romana, sebuah diskusi yang tak pernah diduga sebelumnya justru muncul dari para pemain, bukan soal mekanisme kota yang kompleks, bukan pula soal sistem ekonomi yang menantang melainkan tentang ilustrasi layar pemuatan yang tampak kurang wajar dan diduga dibuat oleh AI.
Apa yang awalnya terlihat sebagai gambar latar biasa, perlahan berubah menjadi perdebatan besar setelah pemain mulai mencermati detail demi detail. Dalam beberapa hari saja, isu ini berkembang menjadi salah satu kontroversi paling dibicarakan dalam industri game akhir tahun.
Awal Mula Kecurigaan, Mata Teliti Pemain Jadi Penanda
Komunitas gamer dikenal memiliki kemampuan observasi yang tajam, dan kasus ini sekali lagi membuktikan hal tersebut. Salah satu ilustrasi yang menampilkan suasana perjamuan Romawi mulai dipertanyakan karena sejumlah kejanggalan visual:
- Ada wajah yang tampak kabur dan tidak jelas bentuk anatominya.
- Beberapa tangan terlihat seperti “bertumpuk” atau melengkung secara tidak natural.
- Proporsi tubuh beberapa figur di latar tampak tidak konsisten.
Ciri-ciri seperti ini sangat identik dengan artefak dari model AI generatif, terutama ketika gambar tersebut tidak melalui proses penyuntingan lebih lanjut oleh seniman manusia. Para pemain kemudian membagikan temuan mereka di forum serta platform sosial, memicu diskusi lebih luas tentang apakah Ubisoft benar-benar menggunakan citra AI dalam rilis final game.
Menariknya, bukan hanya satu gambar yang menjadi sorotan. Beberapa pengguna melaporkan adanya ilustrasi tambahan seperti pemandangan senat Romawi yang juga memiliki indikasi serupa. Dalam hitungan jam, teori tentang penggunaan AI menyebar seperti api.
Tanggapan Ubisoft Menjelaskan, Bukan Menghindar
Setelah diskusi semakin panas, Ubisoft akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam klarifikasi tersebut, mereka mengonfirmasi bahwa gambar yang dipermasalahkan memang dapat dikaitkan dengan proses generatif AI, namun dengan penjelasan yang lebih dalam gambar tersebut sebenarnya hanyalah aset sementara atau placeholder.
Dalam proses produksi game yang rumit, placeholder adalah gambar sementara yang digunakan untuk mengisi ruang sebelum versi finalnya selesai. Ubisoft mengakui bahwa ilustrasi tersebut seharusnya diganti sebelum rilis, namun secara tidak sengaja “terbawa” ke versi publik akibat kelalaian dalam proses review internal.
Mereka menegaskan beberapa poin penting:
- AI digunakan hanya sebagai alat bantu iterasi, bukan sebagai pengganti seniman manusia.
- Tim seni Anno 117 adalah salah satu yang terbesar dalam sejarah pengembangan seri Anno.
- Konten visual utama game tetap dikerjakan, diperiksa, dan disempurnakan oleh para artis profesional.
- Gambar bermasalah akan digantikan melalui patch pembaruan (versi 1.3).
Penjelasan ini menunjukkan bahwa Ubisoft tidak lepas tangan, sekaligus menegaskan bahwa penggunaan AI dalam game tidak berarti hilangnya peran seniman manusia sepenuhnya.
Gelombang Reaksi Komunitas Antara Kekecewaan dan Pemahaman
Komunitas gamer tidak sepenuhnya satu suara dalam isu ini. Ada beberapa bentuk respons berbeda:
- Kelompok yang Kecewa
Banyak penggemar merasa penggunaan ilustrasi AI meskipun hanya placeholder menurunkan standar estetika seri Anno, yang dari awal dikenal memiliki kualitas seni yang kuat dan khas. Mereka berpendapat bahwa aset visual, meski sekadar latar, tetap merupakan bagian penting dari pengalaman pemain. - Kelompok yang Netral dan Memahami
Ada juga pemain yang melihat situasi ini sebagai kelalaian kecil yang dapat diperbaiki dengan cepat. Mereka menilai penggunaan AI sebagai alat konseptual bukanlah hal yang salah, selama hasil akhirnya tetap dikerjakan dengan teliti. - Kelompok yang Menyoroti Etika dan Transparansi
Sebagian lain lebih fokus pada soal etika, jika AI digunakan dalam proses kreatif, seberapa jauh pemain harus diberi tahu? Walaupun Ubisoft telah menambahkan label “AI Generated Content” pada halaman game di platform seperti Steam, beberapa pemain menginginkan transparansi lebih jelas tentang bagian mana yang dibantu oleh AI dan bagian mana yang tidak.
Dampak Lebih Besar Apa Artinya untuk Industri Game?
Kontroversi ini mungkin tampak sederhana, tetapi sebenarnya mencerminkan tren lebih besar dalam dunia pengembangan game modern. AI kini telah menjadi alat yang semakin sering digunakan, terutama untuk:
- Membuat konsep visual dengan cepat
- Mendesain ide awal yang kemudian disempurnakan manual
- Meningkatkan efisiensi alur kerja tim seni
Namun, kasus Anno 117 memperlihatkan bagaimana penggunaan AI yang tidak diawasi secara tepat dapat menciptakan persepsi negatif dan bahkan menurunkan kepercayaan pemain terhadap kualitas game.
Hal ini menunjukkan bahwa:
- Kualitas hasil akhir tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari alat apa yang digunakan.
- Pengembang harus lebih teliti memastikan placeholder tidak masuk ke versi rilis.
- Transparansi menjadi nilai penting di era di mana AI semakin merambah industri kreatif.
AI Boleh Masuk, Asal Tidak Menggantikan Sentuhan Manusia
Kasus ilustrasi AI di Anno 117 Pax Romana mengingatkan kita bahwa teknologi dapat menjadi mitra yang membantu proses kreatif, namun tetap harus dikendalikan oleh tangan manusia yang berpengalaman. Ubisoft telah berjanji memperbaiki kesalahan ini, dan langkah tersebut menjadi sinyal positif bahwa kualitas dan estetika tetap menjadi hal yang mereka utamakan.
Bagaimanapun juga, dalam dunia game yang menggabungkan teknologi modern dengan seni klasik, keseimbangan antara keduanya adalah kunci. AI mungkin mampu menghasilkan gambar dengan cepat, tetapi kehalusan artistik dan pengambilan keputusan kreatif tetap berada di tangan manusia.